Adeeva Travel MENELUSURI 9 DESTINASI WISATA LAMPUNG YANG MEMPESONA - Adeeva Travel
Headlines News :
Home » » MENELUSURI 9 DESTINASI WISATA LAMPUNG YANG MEMPESONA

MENELUSURI 9 DESTINASI WISATA LAMPUNG YANG MEMPESONA

Written By Adeeva Travel on Thursday, 7 April 2016 | 20:42:00

Rate this posting:
{[['']]}

Menelusuri 9 Destinasi Wisata Lampung Yang Mempesona  


Wisata-lampung

AdeevaTravel -Pemerintah Provinsi Lampung yang sejak tahun 2009 mencanangkan Tahun Kunjungan Wisata terus mengembangkan diri pada sektor pariwisata terutama pada Wisata Budaya seperti Wisata Budaya Kampung Tua di Sukau, Liwa, Kembahang, Batu Brak, Kenali, Ranau dan Krui di Lampung Barat serta Festival Sekura yang diadakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri di Lampung Barat, Festival Krakatau Di Bandar Lampung, Festival Teluk Stabas di Lampung Barat, Festival Teluk Semaka di Tanggamus serta Festival Way Kambas di Lampung Timur.

Provinsi dengan luas wilayah 35.376,50 km² ini memiliki pemandangan alam yang sangat menggagumkan serta wisata pantai yang sangat indah dan menakjubkan seperti Pantai Pasir Putih. Di Lampung Anda dapat menikmati liburan melepaskan lelah bersama teman atau keluarga seperti mengunjungi Wisata Taman Nasional Way Kambas, Air Terjun Curup Tujuh, Menara Siger atau menelusuri Pesisir Kalianda yang sangat mempesona.

Berikut 9 Destinasi Wisata Lampung Yang Mempesona yang patut Anda nikmati bersama teman atau keluarga. 

1. Taman Nasional Way Kambas


taman-nasional-way-kambas

Taman Nasional Way Kambas adalah taman nasional perlindungan gajah yang terletak di daerah Lampung tepatnya di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Indonesia. Selain di Way Kambas, sekolah gajah (Pusat Latihan Gajah) juga bisa ditemui di Minas, Riau. Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang hidup di kawasan ini semakin berkurang jumlahnya. Taman Nasional Way Kambas berdiri pada tahun 1985 merupakan sekolah gajah pertama di Indonesia. Dengan nama awal Pusat Latihan Gajah (PLG) namun semenjak beberapa tahun terakhir ini namanya berubah menjadi Pusat Konservasi Gajah (PKG) yang diharapkan mampu menjadi pusat konservasi gajah dalam penjinakan, pelatihan, perkembangbiakan dan konservasi. Hingga sekarang PKG ini telah melatih sekitar 300 ekor gajah yang sudah disebar ke seluruh penjuru Tanah Air. Di Way Kambas juga tedapat International Rhino Foundation yang bertugas menjaga spesies badak agar tidak terancam punah.

Di Taman Nasional Way Kambas ini Anda bersama keluarga dapat menemukan hewan yang hampir punah di antaranya Badak sumatera, Gajah Sumatera, Harimau sumatera, Mentok Rimba, Buaya sepit. Untuk tanaman banyak diketemukan Api-api, Pidada, Nipah, pandan. Di bagian pesisir Taman Nasional Way Kambas yang berawa juga sering ditemukan berbagai jenis burung antara lain Bangau Tongtong, Sempidan Biru, Kuau raja, Burung Pependang Timur, dan beberapa burung lainnya.

2. Pulau Pahawang


pulau-pahawang

Pulau Pahawang terletak di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran. Luas pulau sekitar1.084 hektar, terdiri dari Pahawang Besar dan Pahawang Kecil. Dunia bawah laut Pulau Pahawang ini memiliki koral-koral yang masih lumayan utuh serta berbagai jenis ikan cantik menjadi daya tarik tersendiri.

Pahawang ibarat surga bagi para pecinta bawah laut, sangat cocok untuk yang hobi snorkeling dan fotografi bawah laut.

Ada beberapa spot Snorkeling Pulau Pahawang yang lazim dikunjungi, antara lain : Spot Tanjung Putus, Pahawang Besar, Pahawang Kecil, dan Spot di sekitar Pulau Kelagian, yang letaknya berdekatan.

3. Air Terjun Putri Malu


air-terjun-putri-malu

Air Terjun Putri Malu terletak di sekitar 46 kilometer dari Ibukota Kabupaten Way Kanan, Blmabangan Umpu, Lapung. Air terjun dengan ketinggian sekitar 80 meter ini memiliki panorama yang sangat indah dengan udaranya yang sangat sejuk. Di tempat ini Anda dapat melaukan aktivitas panjat tebing, berkemah atau sekedar bercengkrama bersama teman dan keluarga dibawah Air Terjun Putri Malu. 

4. Air Terjun Curup Tujuh


air-terjun-curup-tujuh

Curup tujuh adalah air terjun tujuh tingkat dengan total ketinggian mencapai 75 meter di aliran sungai way seputih. Lokasi Terletak di kawasan hutan lindung di kampung Marga Jaya, Selagai Lingga, Lampung Tengah. Berjarak sekitar 32 km atau 2 jam waktu tempuh.dari ibukota kabupaten Lampung Tengah , Gunung Sugih atau sekitar 135 kilometer dari bandara Radin Intan dengan menggunakan mobil pribadi dan selanjutnya dengan motor trail sewaaan munuju batas hutan lindung dimana air terjun tersebut berada. Di tempat wisata ini Anda dapat berkemahan dan melakukan kegiatan wisata alam lainnya.

5. Menara Siger


menara-siger

Menara Siger adalah paduan antara land mark dan pariwisata. Bagi Anshori, Menara Siger ibarat gadis cantik yang akan memancing setiap orang untuk melamarnya. Maksudnya, Menara Siger akan menumbuhkan daya tarik dan magnet bagi setiap orang, termasuk daya tarik investasi.

Menara Siger kebanggaan masyarakat Lampung tersebut berada di atas bukit dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Pembangunan menara sejak tahun 2005 menghabiskan biaya Rp15 miliar. Menara Siger adalah simbol Lampung. Ia bukan hanya menjadi ikon pariwisata, tetapi dapat menjadi ikon dalam segala hal: keagamaan, seni dan budaya, pendidikan.

Secara fisik, Menara Siger dibangun dengan memperhatikan ciri khas Lampung. Di sekitar tugu dibangun ruang-ruang yang menampilkan budaya Lampung serta sarana-prasarana pariwisata. Sebagai tugu di ujung Pulau Sumatera, Menara Siger dilengkapi dengan tulisan penanda Titik Nol Pulau Sumatera. Menara Siger dengan warna emas itu dilengkapi ruangan tempat wisatawan melihat Pelabuhan Bakauheni serta keindahan panorama laut dan alam sekitarnya.

Siger adalah topi adat pengantin wanita Lampung. Menara Siger berupa bangunan berbentuk mahkota terdiri dari sembilan rangkaian yang melambangkan sembilan macam bahasa di Lampung. Menara Siger berwarna kuning dan merah, mewakili warna emas dari topi adat pengantin wanita. Bangunan ini juga berhiaskan ukiran corak kain tapis khas Lampung.

Bagunan akan berisi data asta gatra, yaitu trigatra mencakup letak geografis, demografis dan kekayaan sumber daya alam (SDA). Berikutnya panca gatra, yaitu berisi ideologi dan hankam. Dengan demikian para turis tidak perlu banyak bertanya.

Payung tiga warna (putih-kuning-merah) menandai puncak menara. Payung ini sebagai simbol tatanan sosial. Dalam bangunan utama Menara Siger Prasasti Kayu Are sebagai simbol pohon kehidupan. Menara Siger tidak hanya berbentuk sebuah fisik bagunan, tetapi mencerminkan budaya masyarakat dan identitas masyarakat Lampung sesuai dengan filosofi berpikir dan bertindak sesuai visi dan misi mewujudkan Lampung yang unggul dan bardaya saing.

Menara Siger sebagai ikon kebanggaan masyarakat Lampung memang tidak bias di angap enteng, hal ini di sebabkan hingga saat ini Provinsi yang menjadi pintu gerbang Pulau Sumatra dan jawa ini baru memiliki ikon kebanggaan yang berskala nasional.

Sebagai masyarakat Lampung, tentu saja keberadaan menara Siger menjadi sangat layak dan mutlak di banggakan, menara Siger sangat berpotensi menjadi asset wisata kelas satu di wilayah lampung untuk menuju Visit Wilayah Lampung kedepan, kebudayaan lampung dan agar di kenal oleh tamu tamu dari manca Negara

6. Pantai Pasir Putih


pantai-pasir-putih

Pantai Pasir Putih Lampung memiliki pemandangan yang sangat luar biasa indah. Dengan kombinasi antara air laut yang berwarna hijau kebiruan dengan hamparan pasir putih bersih dan berkilau disepanjang garis pantainya membuat pantai ini semakin cantik dan mempesona untuk di nikmati.

Dengan suasana pantai yang sejuk serta banyaknya pohon-pohon rindang disekitar pantai tentuanya pantai ini tidak terlalu panas memandang keindahan pantai sambil meminum es kelapa muda dibawah rindangnya pohon waru.

Selain itu di Pantai Pasir Putih ini Anda dapat melakukan kegiatan pantai seperti berjemur, bermain dengan putihnya pasir, berenang atau berkeliling pantai dengan menyewa perahu setempat. 

7. Pulau Condong


pulau-condong

Pulau Condong Sulah atau lebih dikenal dengan Pulau Condong terletak 1 km dari jalur bypass Bandar Lampung – Bakauheni.  Pulau ini memiliki potensi alam relatif masih asli, bentuk pulau seperti kerucut mirip kubah dimana seluruh lereng dan permukaan bukit dipenuhi oleh vegetasi hutan pantai, seperti pohon merbau, waru, ketapang, dan sebagainya.

Bagian selatan pulau seperti terbelah yang bisa dijadikan wahana rock climbing, pendakian serta olahraga yang bersifat tantangan alam. Wilayah Sekitar Pulau Condong Sulah, Condong Darat, Condong Laut, digunakan tempat latihan renang, fin swimming, diving, bagi club diving di Bandar Lampung.  Sahabat elora akan betah berlama-lama di bibir pantainya karena airnya sangat jernih, sehingga hewan laut seperti  ikan-ikan kecil saja sudah bisa terlihat dari permukaan. Bermain-main di pantainya yang putih dan cantik sambil ditemani hawa yang sejuk pun tidak kalah seru.  Bagi penggiat fotografi, siap-siap membidik berbagai penjuru. . Bahkan sepertinya tidak perlu kamera yang bagus atau keahlian expert dalam memotret, karena obyeknya benar-benar sudah cantik dari sananya.

8. Teluk Kiluan


teluk-kiluan

Salah satu keistimewaan Teluk Kiluan adalah atraksi lumba-lumba di laut lepas. Pasti banyak dari kita yang sudah melihat lumba-lumba, baik di kebun binatang, akuarium, atau bahkan dari film-film dokumenter. Tetapi saya yakin pasti belum banyak yang melihat lumba-lumba melesat dan menari di laut lepas di habitat asli mereka. Melihat lumba-lumba berenang riang di samping perahu Anda dan mereka dekat di samping perahu kita merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan dan tidak akan pernah terlupakan. Anda bisa menikmati keindahan tarian lumba-lumba di Teluk Kiluan bersama kami. 
Di Teluk Kiluan dua jenis lumba-lumba. Spesies pertama adalah lumba-lumba hidung botol (Tursiops Truncatus) dengan badan lebih besar, berwarna abu-abu, dan pemalu. Spesies kedua adalah lumba-lumba paruh panjang (Stenella Longirostris) dengan tubuh lebih kecil dan senang melompat. Kawanan lumba-lumba liar menyelam bebas di bawah laut ditambah dengan pantai berpasir putih dengan latar belakang langit biru jernih merupakan destinasi utama Teluk Kiluan.  
Kedua jenis lumba-lumba itu cukup akrab dengan manusia. Lumba-lumba senang mendekati perahu atau kapal yang tengah melintas di laut. Dari jauh, sirip lumba-lumba itu mirip antena kapal selam. Setelah dekat, lumba-lumba pun berloncatan, bergantian menyelam, timbul tenggelam, hampir tidak ada jarak dengan perahu. Mereka seolah berlomba menunjukkan diri kepada manusia dan mudah disentuh. Lumba-lumba itu tampak sangat menggemaskan.

9. Pesisir Kalianda


pesisir-kalianda

Kalianda adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Indonesia yang terletak di kaki Gunung Rajabasa, kota kecil yang bersahaja. Kota ini juga terletak di tepi pantai di sepanjang Teluk Lampung.

Ada banyak objek pariwisata di Kalianda, diantaranya Taman Makam Pahlawan Radin Intan II, Pemandian Way Belerang, Pantai Batu Kapal, Pantai Bom yang sekaligus juga sebagai tempat pelelangan ikan, ada juga Pantai Canti, Pantai Gunung Botak atau Pantai Wartawan. Ada juga air terjun atau curug Way Kalam dengan tujuh tingkat air terjunnya. Selain itu ada juga pariwisata di kec. lain seperti wisata Krakatau, Kalianda Resort,Krakatoa, Pantai Merak Belantung, Way Panas Kalianda, Way Belerang Simpur, Pantai Laguna Helau.

Wisata Kuliner


Salah satunya adalah Rumah Makan Siang Malam. Rumah makan ini biasanya dijadikan tempat transit bus damri tujuan jakarta dan bandung atau kendaraan bus lainnya. Makanan khas yang biasa di konsumsi masyarakat di kec.Kalianda adalah sayur asam, yang khas bumbunya, seperti cabe,bawang merah, daun salam dan laos. Selain itu ada lalapan seperti pucuk kaju (atau daun muda dari jambu monyet), pucuk heling rasanya manis sepat, sintrong, cempoka, gunda (merupakan tanaman hama yang tumbuh di sawah), pegaga, adas, daun kemangi,petakh (petai), jekhing (jengkol) dan masih banyak lagi.


Kalianda termasuk penghasil durian. Buah durian ini biasanya dijual dipinggir jalan di depan rumah penduduk. Harganya tergantung dari besar kecilnya bauh durian. Di pasar Kalianda, biasanya jika musim durian tiba, banyak sekali penjual durian dengan harga yang cukup murah jika dibandingkan di kota besar. Masyarakat Kalianda termasuk pencinta durian, hingga durian pun diolah menjadi tempoyak dan bisa juga dimasukkan ke dalam kopi panas atau dicampur dengan rujak (disini rujak adalah es buah).


Ikan yang paling enak untuk di bakar adalah ikan tengkurungan. Ikan ini akan sangat mudah di dapat di pasar Kalianda, ditemani dengan sambal khas masyarakat kalianda yaitu sambal seruit. Sambal seruit ini bumbunya sangat sederhana, yaitu cabe rawit, garam, bawang merah, tomat biasa atau lebih enak lagi kalau pakai tomat rampai. Tomat rampai ini bentuknya bulat kecil seperti cerry yang rasanya sangat asam. Bisa juga rampai diganti dengan belimbing tunjuk [belimbing wuluh]. Selain itu, ada juga ikan pai/pe' (ikan pari).Selain ikan Hasil laut tersebut jenis ikan air tawar yang banyak di minati oleh masyarakat kalianda adalah ikan kalang [lele], ikan pelus [Belut].

Share this article :

1 comment:

  1. Sangat menarik untuk dikunjungi. Salam kenal dari Rental Mobil Malang telkomsel 082 141 555 123

    ReplyDelete

Bergabunglah bersama kami,
Dengan memberikan komentar yang yang tidak mengandung Sara dan sesuai dengan isi postingan.

 
Support : Creating Website | Adeeva Travel | Adeeva Travel
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2015. Adeeva Travel - All Rights Reserved
Adeeva Travel
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya